Bumiayu, 17 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2026 di Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, mengembangkan inovasi pangan berupa Soft Cookies Ikan Lele sebagai Camilan Tambahan bagi Lansia. Program inimerupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswadalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi lansiamelalui pengembangan alternatif pangan yang mudahdikonsumsi dan memiliki nilai tambah.
Ikan lele dipilih sebagai salah satu bahan utama karenamerupakan sumber pangan yang relatif mudah diperolehdan memiliki kandungan protein. Melalui pengolahanmenjadi soft cookies, ikan lele dikembangkan menjadiproduk camilan dengan bentuk dan tekstur yang lebihfamiliar bagi masyarakat. Inovasi tersebut diharapkandapat menjadi salah satu alternatif camilan tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan panganlansia.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan proses pengembangan dan pembuatan Soft Cookies Ikan Lele. Proses tersebut mencakup persiapan bahan, pengolahan, hingga memastikan produk memiliki bentuk, tekstur, dan rasa yang sesuai. Pengembangan produk dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik camilan yang lebih mudah diterima dan dikonsumsi oleh lansia.
Untuk mengetahui kondisi gizi lansia sekaligus penerimaan terhadap produk yang dikembangkan, mahasiswa juga menggunakan instrumen Mini Nutritional Assessment (MNA). Asesmen MNA digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan status gizi lansia. Selain itu, dilakukan penilaian terhadap produk Soft Cookies Ikan Lele untuk mengetahui tingkat penerimaan responden berdasarkan beberapa aspek, seperti rasa, aroma, tekstur, penampilan, dan tingkat kesukaan terhadap produk.
Data yang diperoleh dari proses asesmen dan penilaian produk kemudian diolah sebagai bahan evaluasi. Hasil tersebut divisualisasikan melalui dashboard hasil kuesioner MNA dan penerimaan warga terhadap Soft Cookies Ikan Lele, sehingga informasi yang diperoleh dapat dipahami dengan lebih mudah dan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan produk selanjutnya.
Selain aspek gizi dan penerimaan produk, mahasiswa turutmelakukan analisis dari sisi ekonomi. Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dilakukan untuk mengetahuikebutuhan biaya dalam menghasilkan Soft Cookies Ikan Lele. Analisis sederhana terhadap potensi harga jual dan peluang pengembangan produk juga dilakukan untukmemberikan gambaran mengenai nilai ekonomi produkapabila dikembangkan lebih lanjut.
Program ini menghasilkan beberapa luaran, yaitu produkSoft Cookies Ikan Lele, data hasil asesmen MNA, data penilaian penerimaan produk, dashboard hasil kuesioner, serta perhitungan HPP dan estimasi harga jual produk. Luaran tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untukmelakukan evaluasi sekaligus pengembangan produkpangan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan lansia.
Program ini dilaksanakan oleh Tim KKN Universitas Diponegoro Desa Bumiayu yang terdiri dari M. Suhail Al Awwab Sholeh, Zeva Mohammad Sofyan, Zahra Agatha Lintang Swandari, Eka Indra Best, Azy Zikro Fadhilah, Ardina Nihayah, Anggun Martaningtyas, Stefany Angelia Eky Dhea Adiytanti, Faiza Alya Gina, dan Tabina AstrytDanu Sitaresmi, dengan bimbingan Dosen PembimbingLapangan Bapak Yudo, Bapak Jatmiko, dan Ibu Zelika.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berupaya mengintegrasikan aspek gizi, pengolahan pangan, analisis data, dan ekonomi dalam satu inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengembangan Soft Cookies Ikan Lele diharapkan tidak hanya menjadi alternatif camilan tambahan bagi lansia, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung peningkatan kualitas pangan dan kesejahteraan masyarakat Desa Bumiayu melalui inovasi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat dan potensi sumber daya lokal.
-KKNUNDIP2026
Share :