Pendataan UMKM kader PKK Desa Bumiayu dilakukan untuk mengenali potensi usaha yang ada sekaligus melihat bagaimana para pelaku usaha menjalankan, memasarkan, dan mengembangkan usahanya. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKN Universitas Diponegoro (Undip) 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pemasaran dan pelatihan Canva.
Potensi UMKM Kader PKK Desa Bumiayu


Hasil pendataan menunjukkan terdapat 9 UMKM kader PKK dengan bidang usaha yang beragam. Sebagian besar bergerak di bidang makanan, seperti katering, nasi box, snack, kue kering, dan makanan ringan. Selain itu, terdapat usaha di bidang kerajinan dan jasa. Sebagian besar usaha juga telah memiliki pengalaman yang cukup panjang, dengan 8 dari 9 UMKM telah berjalan lebih dari lima tahun.
Dalam menjalankan usahanya, sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan sistem pesanan. Ada pula usaha yang berproduksi hampir setiap hari maupun hanya pada momen tertentu. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa UMKM kader PKK Desa Bumiayu memiliki karakter usaha dan pola operasional yang beragam.
Pelanggan pun diperoleh melalui berbagai cara. Rekomendasi dari orang lain dan WhatsApp pribadi menjadi cara yang paling banyak digunakan, masing-masing oleh 8 UMKM. WhatsApp Status, Grup WhatsApp, Facebook, hingga kunjungan langsung ke lokasi usaha juga menjadi bagian dari cara pelanggan mengenal produk.

Pola tersebut juga terlihat pada media pemasaran yang digunakan. WhatsApp pribadi menjadi media yang paling banyak digunakan oleh 7 UMKM, diikuti pemasaran dari mulut ke mulut oleh 6 UMKM. Sementara itu, penggunaan WhatsApp Business dan media digital lainnya masih relatif terbatas.
Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan dengan lingkungan sekitar dan WhatsApp masih menjadi kekuatan utama pemasaran UMKM. Karena itu, pengembangan pemasaran digital tidak harus dimulai dengan penggunaan banyak platform, tetapi dapat dilakukan dengan mengoptimalkan media yang sudah familiar bagi pelaku usaha.
Ketika Produk Perlu Lebih Dikenal
Meski telah memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha, aktivitas promosi UMKM masih belum selalu dilakukan secara rutin. Enam dari sembilan UMKM melakukan promosi hanya ketika terdapat produk atau pesanan tertentu, dua UMKM melakukannya secara jarang, dan hanya satu yang melakukan promosi setiap hari.

Jenis konten yang dibuat juga masih didominasi oleh foto produk, yang digunakan oleh 7 UMKM. Konten berupa informasi pemesanan, video, proses pembuatan, dan testimoni masih digunakan oleh lebih sedikit pelaku usaha. Bahkan, terdapat dua UMKM yang belum pernah membuat konten promosi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan UMKM bukan hanya bagaimana menjual produk, tetapi juga bagaimana membuat produk lebih dikenal, menarik perhatian, dan memiliki identitas yang kuat.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan yang disampaikan oleh pelaku usaha. Branding usaha menjadi kebutuhan yang paling banyak dipilih, diikuti kemampuan membuat foto produk dengan HP dan membuat konten secara konsisten.

Dari temuan tersebut terlihat bahwa kebutuhan UMKM tidak berhenti pada kemampuan untuk memasarkan produk, tetapi mulai mengarah pada bagaimana membangun nilai dan identitas usaha. Produk yang baik perlu memiliki pembeda, sementara cara menampilkan produk juga perlu dibuat menarik dan konsisten.
Dari Pendataan ke Aksi

Temuan dari pendataan tersebut kemudian menjadi dasar bagi kegiatan lanjutan dalam program KKN Undip 2026. Setelah mengenali kondisi dan kebutuhan UMKM, dilakukan sosialisasi pemasaran bagi kader PKK Desa Bumiayu yang membahas pentingnya inovasi produk dan branding kreatif.
Sosialisasi tidak hanya menempatkan pemasaran sebagai kegiatan untuk menjual produk, tetapi juga sebagai cara untuk membuat produk lebih dikenal dan diingat oleh konsumen. Inovasi dapat dilakukan melalui pengembangan produk, kemasan, maupun penyajian, sedangkan branding membantu membangun identitas yang membedakan suatu usaha dari usaha lainnya.

Pemahaman tersebut kemudian dilanjutkan melalui pelatihan Canva. Dalam kegiatan ini, peserta belajar membuat materi promosi secara lebih praktis, mulai dari mengolah foto produk hingga menyusun informasi produk, harga, dan kontak pemesanan ke dalam desain yang menarik.
Rangkaian pendataan, sosialisasi pemasaran, dan pelatihan Canva menjadi satu kesatuan dalam program KKN Undip 2026: data digunakan untuk mengenali kebutuhan, sosialisasi memberikan pemahaman, dan pelatihan memberikan keterampilan praktis.
Dengan potensi usaha yang beragam dan pengalaman yang telah dimiliki, penguatan pada inovasi, branding, serta pemasaran digital diharapkan dapat membantu UMKM kader PKK Desa Bumiayu tidak hanya semakin siap untuk menjual, tetapi juga semakin mampu membangun identitas dan nilai produknya.
-KKNUNDIP2026
Share :