Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, mendorong perubahan pola pengelolaan sampah masyarakat melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Human Security. Dengan bimbingan para DPL, Pak Yudo, Pak Jatmiko, dan Bu Zelika, Tim KKN Desa Bumiayu melaksanakan program tersebut sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih terpilah, bermanfaat, dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga menghadirkan sejumlah inovasi pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang dapat diterapkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan oleh tim KKN yang terdiri dari M. Suhail Al Awwab Sholeh, Zeva Mohammad Sofyan, Zahra Agatha Lintang Swandari, Eka Indra Best, Azy Zikro Fadhilah, Ardina Nihayah, Anggun Martaningtyas, Stefany Angelia Eky Dhea Adiytanti, Faiza Alya Gina, dan Tabina Astryt Danu Sitaresmi.
Melalui kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pengelolaan sampah berbasis Human Security kepada masyarakat Desa Bumiayu. Kegiatan tersebut juga menghasilkan Modul Pengelolaan Sampah Berbasis Human Security sebagai salah satu media edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Tidak berhenti pada sosialisasi, tim KKN juga menghadirkan tempat sampah terpilah yang terdiri atas kategori organik, anorganik, dan residu. Masing-masing kategori berjumlah empat unit dan ditempatkan di beberapa titik pada masing-masing dusun di Desa Bumiayu. Kehadiran fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
Sampah plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah juga dimanfaatkan menjadi berbagai produk. Limbah tutup botol plastik diolah menjadi gantungan kunci yang digunakan sebagai suvenir dalam kegiatan sosialisasi. Sementara itu, botol plastik dan sampah plastik lainnya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kursi ecobrick yang kemudian ditempatkan di kawasan Embung Desa Bumiayu sebagai tambahan fasilitas tempat duduk bagi masyarakat dan pengunjung.
Untuk sampah organik, mahasiswa KKN mengembangkan kompos berbahan limbah organik rumah tangga. Kompos yang dihasilkan kemudian dibagikan kepada kelompok ibu PKK untuk dimanfaatkan dalam kegiatan bercocok tanam. Upaya ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sampah organik agar tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.
Program tersebut juga dilengkapi dengan dashboard monitoring Bank Sampah Desa Bumiayu. Dashboard ini disusun sebagai sarana pemantauan dan evaluasi keberjalanan kegiatan Bank Sampah dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah desa untuk mendukung proses monitoring secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berupaya menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada aktivitas membuang dan mengangkut sampah. Pemilahan, pemanfaatan kembali, pengolahan sampah organik, hingga pemantauan kegiatan Bank Sampah menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Desa Bumiayu.
Keberlanjutan program kemudian menjadi salah satu perhatian utama tim KKN. Koordinasi dengan perangkat Desa Bumiayu dilakukan agar fasilitas, produk, serta sistem monitoring yang telah disediakan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa setelah pelaksanaan KKN berakhir.
-KKNUNDIP2026
Share :